Gotong Royong Menjaga Keamanan Lingkungan

Bagikan Keteman :


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Dialah yang telah menjadikan kita makhluk sosial yang saling membutuhkan, saling melengkapi, dan saling menolong dalam kebaikan.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ — teladan sejati yang mengajarkan persaudaraan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Islam mengajarkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Kita butuh orang lain untuk saling tolong-menolong, menjaga, dan memperkuat kehidupan sosial.
Inilah yang dikenal dalam budaya kita sebagai “gotong royong” — nilai luhur bangsa Indonesia yang sejalan dengan ajaran Islam.

Gotong royong bukan sekadar kerja bakti atau kegiatan sosial, tapi cerminan akhlak kebersamaan dan kepedulian.
Ketika warga saling membantu, saling menjaga, dan saling peduli, maka lingkungan akan menjadi aman, tenteram, dan penuh berkah.

🌿 Islam Mendorong Kerjasama dalam Kebaikan

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 2:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…”

Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa setiap muslim wajib saling membantu dalam kebaikan dan keamanan.
Menjaga lingkungan agar aman dari pencurian, narkoba, pergaulan bebas, dan kekerasan adalah bagian dari amal shalih yang bernilai pahala di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi seperti satu tubuh. Bila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dan demam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, jika satu warga tertimpa musibah, maka seluruh masyarakat harus ikut peduli dan membantu. Begitulah hakikat gotong royong yang hidup dalam ajaran Islam.

🛡️ Gotong Royong, Kunci Keamanan Bersama

Sebagai da’i Kamtibmas, kita harus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan bukan hanya urusan aparat, tapi urusan bersama.
Ketika warga bersatu menjaga lingkungannya, maka kejahatan akan sulit tumbuh.

Gotong royong dalam menjaga keamanan bisa diwujudkan dengan hal-hal sederhana:

  • Aktif dalam ronda malam atau jaga poskamling,
  • Saling mengingatkan jika ada hal mencurigakan,
  • Menjaga anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam kenakalan,
  • Menjadi teladan dalam menegakkan aturan dengan santun.

Inilah wujud nyata dari “Kamtibmas partisipatif” — keamanan yang dibangun oleh masyarakat, untuk masyarakat.

Bayangkan bila semua warga kompak, saling membantu, dan peduli terhadap lingkungannya.
Pasti kampung akan aman, hubungan antarwarga harmonis, dan kesejahteraan pun meningkat.
Sebaliknya, jika warga cuek, acuh tak acuh, dan tidak mau peduli, maka kejahatan akan mudah berkembang.

🌸 Penutup: Bersama Kita Aman, Bersatu Kita Kuat

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Gotong royong adalah warisan leluhur dan juga ajaran Islam yang harus terus dijaga.
Melalui gotong royong, kita bisa membangun desa yang damai, masyarakat yang peduli, dan lingkungan yang tertib.

Mari mulai dari diri sendiri — jadilah warga yang aktif menjaga lingkungan, menyebar kebaikan, dan menguatkan persaudaraan.
Karena keamanan adalah buah dari kebersamaan, dan ketenangan adalah hasil dari kepedulian.

Semoga Allah ﷻ menjaga kampung, desa, dan negeri kita dari segala gangguan dan bahaya, serta menjadikan kita semua bagian dari umat yang menegakkan keamanan dengan iman dan gotong royong.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


By: Andik Irawan

Related posts

Leave a Comment